Let It Go

saya mengerti, bahwa berlarut larut sedih atas sebuah musibah adalah hal yang salah. tangisku ini bukan karena saya marah pada Allah. bukan karena saya meratapi takdir yang sudah ditetapkan kepada kita. Tangis ku tangis karena cinta, tangis karena sayang, tangis karena ibu rindu anaknya. Bukankah baginda Rasulullah dulu juga menangis saat ananda beliau, Ibrahim, meninggal dunia? maka apalah artinya iman saya jika dibandingkan dengan Rasul yang mulia.

Sudah hampir sepuluh bulan lebih sejak abang pergi. tapi saya masih suka merasa abang disini. lalu ketika kesadaran kembali, saya tau saya salah, saya cuma mimpi.  sekarang saatnya saya bangkit, tapi entah semakin saya berusaha bangkit maka semakin saya terpuruk. semakin saya berusaha melupakan, maka justru setiap detik saya akan teringat.

Tidak anakku, ibu tidak bermaksud melupakanmu. tetapi pola pikir ibu yang seharusnya sekarang berubah, mengenang abang dengan suka cita. abang bersama ibu enam bulan lebih nak, ibu sayang sekali sama abang. Lalu Allah meminta abang.. mengambil abang dari Ibu. Jika apa yang abang mau akan ibu beri, maka seharusnya ibu dengan bangga jika mampu memberi apa yang Tuhan kita inginkan kan nak? Allah mau kamu. Allah meminta kamu. dan Ibu harus memberi. Penjagaan dan cinta Allah tentunya lebih baik dari penjagaan dan cinta ibu. beruntung ya nak.. kamu beruntung, seperti namamu, Zafran: yang selalu menang dan beruntung.

Lalu dua bulan terakhir ini saya berdoa, meminta kekuatan kepada Allah, dan meminta diajarkan hikmah dari semua yang sudah terjadi meminta agar diberikan ilmu serta pemahaman yang baik. Dan Allah menjawab doa saya. saya diberi ilham untuk belajar. dari seratus lebih surat dalam kitab suci, Allah gerakkan hati saya untuk mempelajari satu surat khusus: Al Mulk.

Tabarokalladzi biyadihi mulku wahuwa ala kulli syai’in qodir….  Al ladzi kholaqol mauta wal hayata liyabluwakum ayyukum ahsanu amalah. Wahuwal azizul ghofur….. Mahasuci Allah yang menguasai seluruh kerajaan, Ia maha kuasa akan segala sesuatu. yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.

dua ayat pertama dan maha besar Allah yang maha memiliki ilmu.. saya ditampar keras. saya diajarkan ilmu. dan diberikan hikmah. bahwa Allah maha kuasa atas selanya dan bahwa Allah menciptakan mati dan hidup untuk melihat siapakah  di antara manusia yang paling baik amalannya. Allahu Akbar. Berderai air mata. 

Saya percaya nanti akan ada masa dimana Allah mempertemukan kita lagi. saya, suami saya, dan abang akan berkumpul bersama. berpeluk erat. melepas rindu. ada masa dimana ibu akan bisa peluk abang menatap mata abang dan kita berpelukan lagi. Indah sekali.

Maka setelah malam ini ibu janji tidak akan ada lagi air mata sedih karena rindu saat ibu mengenangmu. ibu akan mengingat-ingat abang hanya  dengan rasa bangga, dengan suka cita, dengan penuh bangga, bahwa ibu punya seorang anak penghuni surga.

 biar ibu puas-puaskan menangis, malam ini saja.

Advertisements